Pemerintah Serahkan Nasib Sepak Bola Kepada FIFA

Jakarta - Pemerintah menyerahkan nasib sepak bola nasional kepada FIFA setelah tak mampu mendorong terselenggaranya satu kongres PSSI.

Dua pihak berseteru dalam organisasi sepak bola nasional, PSSI dan KPSI, sudah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) pada Juni 2012 lalu, salah satu poinnya adalah menggelar Kongres PSSI dengan daftar peserta mengacu pada Kongres Luar Biasa Solo 2011 silam.

Hingga tenggat waktu yang ditetapkan FIFA, 10 Desember 2012, kubu PSSI kukuh menyelenggarakan kongres tanpa mengacu KLB Solo, akibatnya, pihak KPSI pun menggelar kongres yang berbeda.

FIFA sempat menghimbau pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pemuda dan Olahraga, untuk menjadi pemandu rekonsiliasi, meski akhirnya gagal. Kini pemerintah mengembalikannya kepada FIFA.

"Langkah-langkah yang dilakukan pemerintah, dalam hal ini Kemenpora, adalah memenuhi surat dari FIFA. Apa yang kami lakukan Semata-mata mendorong pencapaian solusi konflik PSSI-KPSI," ujar Pjs Menpora, Agung Laksono, di kantor Kemenpora, Senin (10/12/12).

"Karena kedua belah pihak tetap menggelar kongres, yang dinilai tidak sesuai dengan semangat MoU, maka pemerintah menegaskan tidak memberikan rekomendasi kepada kedua kongres, namun pemerintah juga tidak dalam posisi melarang atau menghalangi kongres masing-masing pihak."

"Jikalau pelaksanaan masing-masing pihak tidak sesuai semangat MoU maka hasil-hasil yang dicapai kami serahkan sepenuhnya kepada FIFA sebagai organisasi sepak bola tertinggi," Agung menambahkan.

Dengan demikian, seperti diumumkan FIFA sebelumnya, kasus Indonesia ini akan dibawa ke rapat Komite Eksekutif FIFA pada 14 Desember mendatang dan dibahas kemungkinan pemberian sanksi.

Meski demikian, pemerintah tidak akan tinggal diam. Menpora menyatakan bahwa pihaknya tengah menyusun langkah-langkah untuk menghindarkan Indonesia dari sanksi. "Kalau itu terjadi, kami sedang membahas langkah-langkah ke depan. Menyusun laporan kronologi baik dari PSSI maupun pemerintah, meski kewenangan pemerintah terbatas. Yang jelas kami utamakan kepentingan nasional."

"Kami sudah siapkan skenario-skenario yang akan kami laksanakan dalam waktu dekat untuk membantu sepak bola nasional terhindar dari pembekuan," Agung menegaskan, tanpa menjelaskan secara detail skenario tersebut.


Sumber
 
Top