Suporter Klub Ini Haramkan Kulit Hitam dan Gay

St. Petersburg -Demi menegakkan tradisi, kelompok suporter ini memperingatkan klub untuk mengharamkan kaum homo seksual dan kulit hitam saat akan merekrut pemain asing.

Saat ini, kampanye anti rasialisme terus digalakkan FIFA dalam sepakbola. Namun bukannya mendukung kampanye tersebut, fans Zenit justru meminta pihak klub tak membeli pemain hitam dan homo.

Adalah kelompok fans Zenit, Landscrona, yang melayangka permintaan itu. Dalam pernyataannya, Landscrona menyebut kalau apa yang mereka lakukan bukan merupakan tindakan rasisme. Namun merupakan langkah menjaga tradisi klub yang sudah bertahan lama.

"Kami bukan rasis tapi kami melihat kalau tiadanya pemain hitam di Zenit sebagai sebuah tradisi yang penting. Hal itu akan membuat Zenit menjaga identitas klub, yang merupakan simbol St Petersburg," demikian bunyi pernyataan Landscrona dilansir situs resminya.

Sepanjang sejarahnya, Zenit menjadi satu-satunya klub papan atas Rusia yang belum pernah membeli pemain asal Afrika. Zenit sendiri berada di kota yang dikenal dengan sikap nasionalis yang kental dan sayap kanan.
"Kami hanya ingin pemain dari bangsa-bangsa Slav, seperti Ukraina dan Belarusia, atau boleh juga dari negara Baltik dan Skandinavia."

"Jiwa kami terkait dengan sejarah dan latar budaya bangsa ini."
"Kami sebagai bagian dari klub terbesar di Eropa Utara, tak pernah berhubungan dengan pemain asal Afrika, Amerika Selatan, Australia, ataupun Oceania."
Dengan tegas kelompok suporter ini menolak Zenit menjadi klub besar yang kemudian kehilangan identitas asal mereka.
"Kami takuk klub ini akan jadi seperti Manchester City, Arsenal, atau Anzhi Makhachkal dan banyak lagi klub lain yang membeli pemain dari belahan bumi mana saja seolah jadi kacang yang lupa kulitnya," tegas surat peringatan itu.
Surat itu pun melarang klub ini merekrut pemain yang diketahui mempunyai perbedaan orientasi seksual dan mempunyai kebiasaan buruk seperti merokok dan meminum alkohol.
Kelompok suporter ini bahkan memperingatkan Zenit agar segera menjual pemain yang ketahuan mencoreng nama baik klub.
"Kami akan selalu berjuang untuk menegakkan manifesto ini bagi klub. Kami berlaku tidak toleran hanya karena prinsip untuk mengembangkan klub ini, sepak bola dan olah raga di dunia pada umumnya," tegas pernyataan itu


Sumber
 
Top